BINTANG

Betapa beruntungnya engkau
wahai bintang
Setiap malam ditemani sang bulan kekasihmu itu
Sementara aku merenung di kaki langit
Menanti takdir yang terkurung di penjara bawah tanah
Gelap lagi suram
Aku takkan bisa meraba sentuhan lembut takdirku
Tapi aku bisa mencium aromanya
Oh, rangkaian melati.

Aku iri padamu, wahai bintang
Tapi tangan ini
Tak cukup mesra
Untuk memeluk kekasihmu.

Aku memang terlalu kerdil untuk sang rembulan
Aku hanya bocah di mata sang bintang.

Komentar

Postingan Populer